Pakar Hadits Wafat, Rektor : UMI Sangat Kehilangan

Firmansyah Lafiri
Wednesday, 19 June 2019 | 12:07 Wita

Cendekia.News, MAKASSAR — Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof H Basri Modding mewakili keluarga besar dan civitas akademika UMI mengaku sangat kehilangan dengan meninggalnya Dr H Thahir Bandu, Rabu (19/6/2019).

“Beliau seorang ahli hadist dan selalu konsisten dalam setiap ucapannya, serta sangat ramah pada setiap orang, kami sangat kehilangan,” urainya usai melepas jenazah di Masjid Umar bin Khatab Kampus II UMI bersama mahasiswa dan dosen maupun staf.

Rasa kehilangan UMI yang diwakili melalui pernyataan rektor tak berlebihan apalagi almarhum termasuk sosok yang dibanggakan Kampus Hijau karena merupakan seorang yang dipercaya menjadi juri MTQ tingkat nasional.

“Insyallah beliau khusnul khotimah aamiin ya rabbal alamin,” ujar Prof Basri.

Almarhum merupakan Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Arab di Kampus Hijau UMI Makassar. Siang tadi dikebumikan di daerah kelahirannya di Bone.

Sebelumnya, pengakuan serupa dilontarkan rekan dosen di UMI. “Kepakaran hadits beliau jarang dimiliki. Beliau sosok yang tawadu. Kita doakan beliau dilapangkan kuburnya,” jelas seorang rekan almarhum dosen UMI ust Muh Nusran.

Mantan Kepala Prodi PBA UMI meninggal pada Rabu (19/6/2019) pukul 02.15 di RS. Hikmah Makassar.

Prosesi pelepasan jenazah dilaksanakan di Masjid Umar Bin Khattab Kampus 2 UMI yang dihadiri Ketua Pembina Yayasan Wakaf Prof Dr H Mansyur Ramly, Rektor UMI Prof Dr H Basri Modding dan Ketua MUI Kota Makassar Anregurutta Dr KH Baharuddin AS, MA serta seluruh sivitas akademika UMI Makassar.(*)