Makna Tahun Hijriah (1)

Firmansyah Lafiri
Wednesday, 19 August 2020 | 22:00 Wita

■ KHAZANAH SEJARAH: Prof Ahmad M. Sewang

Cendekia.News — Setiap tahun kita memperingati kedatangan tahun baru Islam sekalipun tidak semeriah peringatan tahun baru Masehi. Tahun baru Masehi disambut secara besar-besaran, terutama generasi millenial di kota-kota besar, sampai mereka bagadang semalam suntuk.

TV pun menyiarkan pergantian tahun Masehi detik demi detik dengan berbagai acara sampai dini hari. Masyarakat kita, termasuk masyarakat muslim ada yang mengikutinya dalam bentuk hura-hura, seperti di Makassar.

Mereka ke Pantai Losari dengan menyaksikan pertunjukan band sampai dini hari. Ada juga sengaja memesan hotel untuk bermalam tahun baru sambil menyaksikan hiburan semalam suntuk. Sebagian remaja berkumpul dengan teman-temannya sebagai partasipasi ikut menyambutnya.

Kepopuleran penanggalan Masehi diperkenalkan oleh kolonial yang memang mereka memakai penanggalan Masehi. Kolonialisme semuanya datang dari Eropa menjajah negeri-negeri muslim. Mereka datang bukan hanya menjajah secara fisik tetapi juga budaya.

Salah satu di antaranya adalah penjajahan budaya, berupa penanggalan masehi yang diperkenalkan pada negara jajahan, maka dengan sendirinya penanggalan masehi itu lebih dikenal oleh masyarakat jajahan. Sedang penanggalan yang berasal dari budaya agama mereka, yaitu penanggalan hijriah, lambat laun pudar dan digantikan penanggalan kolonial tadi.■

Wassalam,
Makassar, 1 Muharram 1442 H


BACA JUGA