Menjadikan Perempuan Sulawesi Selatan sebagai Inspirator Kesuksesan Keluarga

Firmansyah Lafiri
Monday, 28 September 2020 | 08:59 Wita

■ Oleh : Nuri Emmiyati*

Cendekia.News — Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi prioritas utama dalam arah pembanguanan nasional. Pembangunan SDM menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia khususnya Sulawesi Selatan. Salah satu indikator kualitas SDM yaitu dalam hal pendidikan.

Berdasar data statistik 2018 rata-rata lama sekolah (RLS) penduduk Sulawesi Selatan masih berada pada angka 8,02. Dengan demikian berarti rata-rata penduduk Sulawesi Selatan  mengenyam pendidikan formal hanya sampai tingkat SMP kelas 2. Mengacu pada data tersebut, maka rata-rata perempuan Sulawesi Selatan hanya memiliki ijazah setingkat Sekolah Dasar.

Dengan fakta tersebut, mampukah perempuan Sulawesi Selatan menjadi inspirator kesuksesan keluarga? Sedangkan pendidikan merupakan kunci dalam pemberdayaan perempuan. Perempuan akan berdaya jika ia memiliki tingkat pendidikan yang memadai. Perempuan yang berdaya mampu membuat orang lain merasa ingin dan mampu melakukan sesuatu.  Dengan kata lain perempuan yang berdaya akan mampu menjadi inspirator kesuksesan orang lain, kesuksesan suami dan anak-anaknya. 

Kesuksesan tentu tidak datang dengan sendirinya. Perlu upaya keras untuk menjalani tahapan-tahapan menuju kesuksesan, meskipun antara orang yang satu dengan yang lainnya tidaklah sama kadar upaya dan capaian kesuksesannya. Hal ini bisa terjadi karena sukses tidak semata-mata ditentukan oleh kerja keras saja. Ada hal lain yang juga berpengaruh pada kesuksesan seseorang yang disebut dengan dimensi sukses. Adapun dimensi sukses tersebut adalah self capacity (kapasitas diri), environment (lingkungan), dan luck (keberuntungan). 

Self capacity atau kapasitas diri merupakan potensi yang dimiliki oleh manusia sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sehingga dapat melakukan sesuatu yang bermakna. Self capacity terbentuk karena adanya daya pada diri manusia. Dalam diri manusia terdapat empat sumber daya yaitu daya fisik, daya pikir, daya qolbu, dan daya hidup. Menurut Al-Qur’an manusia diciptakan dari debu-tanah dan ruh. Tanah itu diolah sehingga melahirkan sosok manusia yang menjadikan manusia memiliki fisik. Daya pikir, daya qolbu dan daya hidup merupakan tiga sisi dari unsur lainnya dari penciptaan manusia, yaitu unsur ruh. 

Daya fisik merupakan daya pada diri manusia yang menjadikan manusia memiliki kemampuan dalam penampilan fisik yang berupa kecantikan/ketampanan maupun kemampuan dalam melakukan banyak aktifitas.

Sedangkan daya pikir adalah daya yang ada pada diri manusia dengan penggunaan nalar dan pikiran sehat, suka mempelajari banyak hal sehingga melahirkan teamuan-temuan pengetahuan yang tidak hanya bermanfaat bagi dirinya tetapi bermanfaat juga bagi orang lain.

Selanjutnya daya qolbu. Seseorang yang memiliki daya qolbu yang kuat akan memiliki hati yang tulus, bersih, tanpa dengki dan iri hati, suka memberi maaf, suka berbagi dan beramal sholeh.

Yang terakhir adalah daya hidup yang berupa semangat dan kreativitas. Dengan memiliki daya hidup seseorang mampu menghadapi tantangan, mampu bekerja keras, produktif, kreatif, proaktif, serta inovatif. 

Niven (2012) mengatakan bahwa kesuksesan besar hanya dialami oleh orang-orang luar biasa dimana dalam meraih kesuksesannya itu dengan mengikuti suatu rencana strategis dengan mempelajari apa saja yang diperlukan untuk maju. Seseorang akan mampu membuat perencanaan strategis untuk menggapai kesuksesannya apabila memilki self capacity yang memadai.

Environment atau lingkungan memberi sumbangsih yang juga tidak sedikit pada kesuksesan seseorang. Lingkungan keluarga, lingkungan kerja, lingkungan pergaulan, sangat berpengaruh terhadap kesuksesan seseorang.

Yang tak kalah pentingnya dalam menentukan kesuksesan seseorang adalah factor luck atau keberuntungan. Meskipun kadangkala hal ini susah dijelaskan secara nalar manusia, namun kesuksesan seseorang itu tidak akan dicapai tanpa adanya faktor ini. Tentu saja faktor luck ini bukan yang paling menentukan sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an surat Ar-Ra’d (13):11 bahwa sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dengan kata lain diperlukan upaya untuk bisa memperoleh keberuntungan itu. 

Bagaimana menjadi perempuan yang inspiratif ? Selain memiliki kapasitas diri yang ditunjang oleh lingkungan dan keberuntungannya, perempuan harus berani bermimpi, memiliki rasa percaya diri yang kuat, dapat mandiri baik mandiri secara financial maupun dalam bersikap, serta berakhlak mulia.

Impian merupakan awal mula dari visi. Tanpa mimpi, tidak mungkin visi akan tercapai. Dalam sebuah perjalanan hidup, banyak halangan akan ditemui. Kalau impian tidak kuat maka mendapat halangan sedikit saja dapat membuat kita mundur dari impian kita.

Visi merupakan peta perjalanan pikiran manusia yang juga disebut mental mapping. Visi merupakan suatu hal yang mutlak dimiliki oleh setiap orang karena itu  akan mengarahkan kita untuk mencapai suatu tujuan. Keterikatan perempuan dalam sebuah pernikahan bukanlah penghalang untuk memiliki impian. Dengan tetap menjalankan porsinya sebagai ibu dan istri, seorang perempuanpun masih tetap mampu meraih mimpinya.

Meraih impian bagi seorang perempuan akan mampu memberdayakan dirinya sendiri. Karena hanya dengan bermimpi, perempuan baru akan menemukan siapa dirinya, apa yang diinginkan, dan apa yang akan dikerjakan. Dengan bermimpi, atau memiliki visi dalam hidup, maka perempuan akan punya semangat yang bisa tertular pada orang lain. Dengan demikian, bisa menginspirasi orang lain untuk memilki impian-impian besar pula dalam hidupnya.  

Rasa percaya diri merupakan hal yang penting untuk dapat menjadi pribadi yang dapat menginspirasi orang lain. Namun tidak sedikit perempuan kurang bahkan kehilangan rasa percaya dirinya setelah menikah. Hal ini muncul akibat berbagai perubahan yang terjadi pada dirinya, baik fisik sampai pada keterbatasannya berkegiatan, bahkan mungkin kehilangan pekerjaannya karena harus lebih fokus pada urusan rumahtangganya. Perempuan kerap merasa rendah diri ketika mereka “hanya” berstatus ibu rumah tangga.

Padahal untuk menjadi percaya diri, tidak perlu wajah cantik dan pekerjaan yang baik, menjadi ibu rumah tangga pun merupakan profesi yang mulia bahkan melebihi kemuliaan dari berbagai jenis pekerjaan apapun yang sering kali kemuliaan ini tak disadari. Kepercayaan diri yang tinggi merupakan modal dasar dan keberanian untuk melakukan berbagai hal untuk mengembangkan diri dengan lebih baik. Kepercayaan diri inilah  yang akan membantu mengasah jalan untuk bisa menginspirasi orang lain.

Menjadi pribadi yang mandiri amatlah penting bagi perempuan, baik kemandirian secara finansial lebih-lebih lagi kemandirian dalam bersikap. Perempuan  mandiri itu bukan berarti mengecilkan arti pasangan hidup atau orang lain namun bagaimana  perempuan menghargai kemampuan diri dan waktu yang sudah diberikan Allah.

Perempuan  juga tidak boleh pasrah terhadap masalah. Harus berani mengambil keputusan disaat sulit, bersikap tegar di saat ujian menyapa, mencari solusi ketika keruwetan hidup di depan mata, dan mampu bersikap tegas ketika dilema melanda.  Konsep hidup mandiri juga sejalan dengan prinsip “sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi sesamanya.” Bagaimana seseorang bisa bermanfaat untuk orang lain sedangkan ia tak mampu bermanfaat untuk dirinya sendiri? 

Selain ketiga hal di atas, perempuan seharusnya memilki akhlak yang mulia agar mampu menjadi inspirator. Kemuliaan akhlak itu dapat terwujud dengan membersihkan jiwa dari sifat-sifat rendah dan tercela dan menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji. Namun demikian akhlak yang mulia tidak cukup hanya sekedar melakukan perbuatan yang baik saja.

Seseorang dikatakan memiliki akhlak yang mulia apabila sikap dan perilaku  baiknya itu merupakan hasil usaha yang sungguh-sungguh,  dilakukan semata-mata sebagai ketaatan kepada Allah dengan mengikuti petunjuk dan teladan Rasulullah, dilakukan karena Allah semata bukan karena pamrih dunia ataupun pamrih akhirat, serta sikap dan perbuatan baiknya itu dilakukan secara terus-menerus dalam berbagai situasi dan kondisi.

Menjadikan perempuan, termasuk perempuan Sulawesi Selatan, yang mampu sebagai inspirator kesuksesan keluarga memang bukan sesuatu yang mudah. Namun bukan sesuatu yang mustahil untuk diupayakan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan memaksimalkan pendidikan. Pendidikan tidak hanya dapat ditingkatkan melalui pendidikan formal namun juga bisa melalui pelatihan. Untuk itu penting pelatihan dan pendampingan dilakukan untuk memberi motivasi bagi kaum perempuan Sulawesi Selatan agar bisa meningkatkan kapasitas dirinya yang  berani bermimpi, memiliki rasa percaya diri, mandiri baik mandiri secara finansial maupun mandiri dalam bersikap, serta berakhlak mulia.

*) Nuri Emmiyati adalah Dosen pada jurusan Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

CURRICULUM VITAE

NAMA DAN GELAR : NURI EMMIYATI, DR. M.PD

TEMPAT/TANGGAL LAHIR : SUMENEP, 12 FEBRUARI 1966

PEKERJAAN : DOSEN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR

PENDIDIKAN FORMAL : UNM, IKIP MALANG, IKIP SURABAYA


BACA JUGA