Pesan Nabi Sebelum Soekarno

Firmansyah Lafiri
Wednesday, 30 September 2020 | 23:16 Wita

■ Oleh : Prof Ahmad M. Sewang

Cendekia.News — Menyambung pesan Soekarno pada seri lalu, sesungguhnya jauh sebelumnya telah diperingatkan oleh Nabi saw. Bahkan pesan Nabi jauh lebih menukik ke dalam diri setiap manusia, “Musuh paling utama bukan orang lain, tetapi adalah dirimu sendiri,” kata Nabi, yaitu hawa nafsu yang bercokol dalam diri setiap manusia.

Sebagai telah masyhur kita ketahui bahwa segera setelah Nabi kembali dari Perang Badar. Nabi mengingatkan pada para sahabatnya, “Kita baru saja kembali dari perang kecil dan akan menghadapi perang yang lebih dahsyat.”

Mendengar itu, para sahabat kaget, sebab mereka berpendapat perang terdahsat yang banyak memakan korban yang pernah mereka alami adalah Perang Badar. Itulah yang mendorong mereka bertanya pada Nabi, “Perang apa yang paling dahsyat itu, ya Rasulullah?” Rasul pun menjawab, “Perang melawan hawa nafsu.”

Dampak hawa nafsu yang tak terkendali bukan hanya berbahaya pada diri sendiri, juga merambah pada banyak orang. Perang Dunia I dan II yang telah menelang korban jutaan manusia tak bersalah serta membumihanguskan peradaban umat manusia tak lepas dari ketidakmampuan manusia mengendalikan hawa nafsu yang bercokol dalam dirinya sendiri.

Bahkan kejatuhan Soekarno sendiri adalah akibat nafsu kuasa yang menetapkan dirinya sebagai presiden seumur hidup. Beliau tidak lagi ingin mendengar nasihat dari mana pun Bung Hatta sendiri menasihati melalui tulisannya “DEMOKRASI KITA” yang dipengantari oleh Buya Hamka dan dimuat di majalah Panji Masyarakat tahun 1960. Akibat pengaruh Komunis yang sedang bermesraan dengan rezim Orde Lama menyebabkan Soekarno tersinggung.

Akhirnya majalah Panji Masyarakat yang memuat nasehat Bung Hatta itu dibreidel dan dilarang terbit. Buya Hamka dan banyak ulama lainnya di pusat dan di daerah yang tidak sepaham politik Nasakom (Nasional, Agama, Komunis) di bawah bendera Demokrasi Terpimpin Soekarno dimasukkan dalam penjara. Masalah pesan Bung Hatta pada Bung Karno akan dimuat pada seri kedua berikutnya.■

Wassalam,
Makassar, 1 Oktober 2020