Dosen Muda UMI Laksanakan Pengabdian di Desa Binaan Tonasa Sanrobone Takalar

Firmansyah Lafiri
Wednesday, 16 June 2021 | 00:01 Wita

Cendekia.News — Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu kewajiban dari Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk dosen agar ilmunya dapat diaplikasikan ke masyarakat langsung.

Untuk itu Tim Pengabdian Desa Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar melaksanakan berbagai kegiatan untuk membantu masyarakat dalam pengembangan desa agar menjadikan desa mereka menjadi maju dan sejahtera.

Kegiatan yang dilakukan mulai dari pembelajaran English training kepada siswa SMA/MA, sosialisasi pencegahan gigi berlubang dengan cara menyikat gigi dengan tepat, Pencegahan penularan Covid-19, dan Pelatihan dan pemahaman masyarakat tentang bahan alam sebagai pestisida nabati pada tanaman jagung.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama sebulan penuh, dari tanggal 20 Mei sampai 20 Juni 2021.

Kegiatan pada hari pertama mengajarkan masyarakat tentang pencegahan gigi berlubang dengan cara menyikat gigi dengan tepat yang disampaika drg. Maghfirah Amiruddin, Sp. Pros dan Suryanti S, S.Keb., Bd., M.Keb.

Di tempat yang lain juga dilaksanakan kegiatan Pembelajaran English Training kepada siswa SMA/MA yang ingin memantapkan atau menambahkan ilmu berbahasa Inggris yang oleh Dr. Fitrini, SE., MM.

Di hari kedua kegiatan yang dilaksanakan yaitu pemahaman masyarakat tentang bahan alam sebagai pestisida nabati untuk mengendalihan hama pada tanaman jagung.

Dr. Suherah, SP., MP mengatakan selama ini petani hanya mengenal pestisida kimiawi. Jika pengunaanya terus-menerus dapat meninggalkan residu dalam tanah, air, dan terangkut ke dalam  produk pertanian yang akan menurunkan kualitas   lingkungan dan membahayakan kesehatan manusia dan mahluk hidup lainnya.

“Sebenanrnya di sekitar mereka terdapat beberapa bahan alam yang sangat baik diolah menjadi pestisida nabati seperti daun pepaya, daun talas, sereh, bawang putih, kunyit, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Tidak hanya itu, dosen muda UMI yang mengabdi di Desa Tonasa juga mengajarkan masyarakat membuat pupuk organik cair hayati yang dapat digunakan kelompok tani untuk mengembalikan kondisi kesuburan tanah agar pertumbuhan tanaman jagung yang sedang diusahakan dapat maksimal dan ramah lingkungan.

Melalui kegiatan Desa Pengabdian ini, dosen-dosen baru UMI berharap masyarakat dapat melanjutkan kegiatan atau materi yang diberikan diteruskan ke anak cucu mereka agar ilmunya tidak hanya berhenti di situ saja.■ rls


BACA JUGA