Kemuliaan itu

Firmansyah Lafiri
Friday, 02 July 2021 | 05:47 Wita

Pesan Dakwah 21 Dzulqa’dah 1442H
Oleh : Prof. Veni Hadju

Cendekia.News — Siapa yang disebut orang mulia? Apakah orang yang punya kedudukan di suatu lembaga atau pemerintahan? Apakah mereka yang sedang berkuasa? Apakah mereka yang tinggal di rumah besar dan bertingkat? Apakah mereka yang punya mobil termahal? Atau, mereka yang panjang gelarnya?

Tentu tidak. Kemuliaan sangat tergantung seberapa besar orang itu mengabdi kepada Penciptanya dan seberapa besar orang itu berbuat kebaikan kepada sesama.

Banyak orang mengejar kemuliaan. Namun mereka menempatkan kemuliaan di mata makhluk Allah. Apa kata orang banyak, itu yang mereka ikuti. Kadang mereka tidak peduli dengan apa kata Sang Pencipta alam semesta. Kadang mereka menafikan perintah dan larangan Allah demi memperoleh “kemulian” dari manusia. Mereka menjadi hamba dinar, hamba materi, atau hamba kekuasaan.

Allah berulangkali mengingatkan manusia tentang status kemuliaan hamba-Nya. Manusia adalah hamba yang diciptakan sebagia makhluk terbaik. Manusia diberi nikmat yang paripurna. Manusia memiliki hati dan pikiran yang akan menjadikannya mulia. Namun mereka juga akan dijatuhkan sampai ke tingkat yang paling hina, sehina hinanya, lebih hina dari binatang.

Maha Benar Allah dengan firtman-Nya. Laqad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim. Tsumma radadnaahu asfalasaaafiliiin (QS At-Tin 95:4-5). Sungguh Kami telah menciptakan manusia itu dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya.

JADILAH DIRIMU MULIA DI MATA ALLAH DAN TAATLAH HANYA KEPADA-NYA.■


BACA JUGA