Merah

Firmansyah Lafiri
Thursday, 08 July 2021 | 22:39 Wita

■ Pesan Dakwah 27 Dzulqa’dah 1442H
Oleh : Prof. Veni Hadju

Cendekia.News — Merah lambang keberanian. Merah menjadi simbol keberanian rakyat Indonesia untuk maju melawan penjajah. Merah adalah simbol perlawanan terhadap kebatilan dan kedurhakaan.

Merah adalah tanda bahwa kita tidak diam terhadap kesewenang-wenangan. Merah juga signal bahwa ada bahaya mengancam yang harus diantisipasi. Daerah dengan kasus Covid-19 yang meningkat diberi tanda merah.

Indonesia mendapat warna merah dalam penanganan Covid-19 di mata dunia. Walaupun kasus terbanyak ada di daerah Jawa dan Bali, seluruh daerah tetap awas dengan bahaya ini.  Virus adalah makhluk Allah yang hidup sesuai dengan amanah yang diberikan kepadanya.  Dengan patuh menerapkan protokol kesehatan dan menjaga diri dengan doa dan ketaatan kepada Sang Pencipta, insya Allah bahaya virus ini akan dapat dihindari.

Allah telah memberi peringatan akan datangnya azab kepada hamba-Nya yang banyak berbuat dosa. Berdosa karena menentang perintah Allah, berdosa karena durhaka kepada orang tua yang telah membesarkan, serta berdosa karena lalai dan berbuat maksiat. Tanda merah, seharusnya menyadarkan kita agar cepat bertaubat dan memohon ampunan.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Maa ashaaba mim mushiibatin illaa bi idznillaah, wamayyu’mim billaahi yahdi qalbah, wallaahu bikulli syayin ‘aliim (QS At-Tagaabun 64:11).

Artinya: Tidak ada suatu musibah yang menimpa (seseorang), kecuali dengan izin Allah dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Allah akan memberi petunjuk kepada hatinya dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

MERAH ADALAH PERINGATAN AKAN KESALAHAN DAN DOSA KITA MAKA SEGERALAH BERTOBAT.■


BACA JUGA