Belajar

Firmansyah Lafiri
Monday, 16 August 2021 | 05:10 Wita

Pesan Dakwah 7 Muharram 1443H
Oleh : Prof. Veni Hadju

Cendekia.News — Tuntutlah ilmu sejak dalam ayunan sampai ke liang lahat. Kalimat ini sering kita dengar dan sangat memotivasi orang untuk belajar tanpa henti. Hanya sayang sekali tidak semua orang memahami untuk apa kita harus belajar. Kepada siapa kita sebaiknya belajar. Apa yang harus terjadi kalau kita belajar. Apa.hanya untuk mendapat gelar dan jabatan?

Belajar adalah kewajiban setiap manusia. Belajar dituntut untuk dilakukan setiap hari, berapapun usia kita. Belajar harus menjadikan orang paham akan apa yang dipelajarinya dan akhirnya merubah pribadinya.  Bila belajar tidak menjadikan orang itu bertambah baik, maka berarti orang itu belum belajar. Tentu, bidang yang wajib dipelajari adalah bidang yang membawa seseorang akan bahagia di dunia dan akhirat.

Allah memberikan kedudukan terhormat bagi mereka yang belajar.  Belajar memang harus diniatkan untuk mencapai sesuatu yang lebih baik bukan ukuran dunia semata. Belajar tidak harus terdaftar dalam satu lembaga pendidikan, walaupun itu sangat membantu. Mendatangi suatu mejelis ilmu dan rajin mencatat, mengikuti pendidikan Bahasa secara Daring, mentadaburi ayat-ayat Al-Qur’an bersama seorang ustadz, mengikuti diskusi buku karya seorang ulama adalah sebagian kecil dari contoh belajar.

Maha Benar Allah dengan Firman-Nya: yarfa’illaahulladziina aamanuu minkum walladziina uutul ‘ilma darajaat. Wallaahu bimaa ta’maluuna khabiir (QS Al-Mujaadalah 58:11).  Artinya: Niscaya Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.

BELAJARLAH SETIAP HARI UNTUK KEHIDUPAN DUNIA DAN AKHIRATMU YANG TERBAIK.(*)


BACA JUGA