Apakah Kita Sudah Merdeka

Firmansyah Lafiri
Wednesday, 18 August 2021 | 23:49 Wita

KHAZANA SEJARAH: Prof DR Ahmad M. Sewang MA

Cendekia.News — Risalah Soekarno tahun 1933 ditulis di sebuah desa kecil di Jawa Barat 12 tahun sebelum merdeka
beliau bertanya, kenapa kita wajib merdeka? Dijawabnya sendiri, merdeka adalah jembatan emas menuju hidup sejahtera jauh dari kebodohan dan kemiskinan.

Sekarang kita sudah merdeka pertanyaannya, apa benar kita sudah merdeka? “Jika yang kaya tambah kaya dan yang miskin tambah miskin,” kata Nurcholis Madjid.

Ulang tahun kemerdekaan ke-76 telah digaungkan. Namun, apa benar kita sudah merdeka? Menurut risalah singkat Soekarno, merdeka jika rakyat terbebas
segala bentuk kemiskinan.

Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinanan satu persen orang di Indonesia menguasai 50% aset nasional jadi bukan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia melainkan kesenjangan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia kesenjangan juga terjadi di negara maju Amerika
namun yang paling miskin bisa beli mobil dan sewa rumah.

Jangan mimpi sebagai manusia merdeka
jika negeri tergadaikan ratusan triliun rupiah. Posisi hutang akhir Juni 2021 Rp 6.554,56 triliun, bayar bunganya saja Rp 373,3 triliun belum pengembalian pokok hutang.

BPK khawatir tak sanggup lagi bayar hutang
kata stafsus Sri Mulyani. Jangan mimpi sebagai manusia merdeka jika TKW terlunta-lunta di negeri orang sementara TKA dihamparkan karpet merah menguasai aset kebebasan TKA menggarap kekayaan
akibat negara sudah tak berdaya tergadaikan.

Jangan harap kita merdeka jika negeri dikelilingi lautan luas masih menginport garam dari negera luar

Apakah benar kita sudah merdeka?
secara de jure negara sudah 76 tahun merdeka secara de facto negara masih terjajah sepanjang masih dililit hutang ratusan triliun.

Kesenjangan sosial belum teratasi
sepanjang belum bisa berdikari
belum berdaya menghadapi TKA
sepanjang belum bebas dari covid-19
memang masih panjang jalan merdeka secara de facto.(*)


BACA JUGA