Memaafkan

Firmansyah Lafiri
Thursday, 07 April 2022 | 14:13 Wita

■ Pesan Dakwah 4 Ramadhan 1443H
Oleh : Prof. Veni Hadju

Cendekia.News — Suka memaafkan saudaranya yang bersalah adalah salah satu ciri orang bertakwa. Kadang, sangat sulit memaafkan orang yang telah berbuat tidak baik kepada kita.

Kadang kita merasa berat melupakan perlakuan buruk yang pernah kita terima. Kadang hati kita menjadi sempit melihat orang yang pernah menyakiti kita. Obat semua ini adalah memaafkan.

Memaafkan orang lain memang butuh energi yang besar. Harus ada dorongan yang kuat dari diri ini untuk melupakan semua yang menyesakkan dada kita.

Harus ada kebesaran hati ini untuk rela menerima perlakuan yang tidak kita inginkan. Hati harus terbuka untuk memahami keterbatasan dan kelemahan setiap orang.

Di atas semua itu harus ada kecintaan kepada orang lain apalagi kalau itu kerabat dekat seperti istri, suami, anak, dan saudara kandung.

Puasa mengajarkan kepada kita untuk bersabar mentaati perintah Allah. Puasa membuat hati kita menjadi lembut dengan dzikir yang banyak dilantunkan selama berpuasa.

Puasa membuat hati kita semakin bersih dengan aktivitas ibadah yang menyertainya. Berpuasa akan menyadarkan kelemahan dan keterbatasan diri kita di dunia ini. Kesadaran seperti itu akan memudahkan kita memberi maaf.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Alladziina yunfiquuna fiissarraa’i wadhdharraa’i wal kaazhimiinal ghaizha wal ‘aafiina ‘aninnaas. (QS Al-Imran 3:134).

Artinya: (orang bertakwa) adalah orang yang berinfak baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya, dan memaafkan (kesalahan) orang lain.

MAAFKAN SAUDARAMU SEBAGAI BUKTI PENINGKATAN KETAKWAANMU.■


BACA JUGA