Nasehat

Firmansyah Lafiri
Sunday, 17 April 2022 | 05:19 Wita

■ Pesan Dakwah: Prof. Veni Hadju

Cendekia.News — Di dalam bulan Ramadhan yang berberkah ini nasehat agama ada di mana-mana. Para da’i banyak memberi nasehat dan jamaah mesjid dengan tekun duduk mendengarkan.

Dengan mendengar nasehat itu banyak yang kemudian paham seperti apa agama yang diturunkan Allah kepada ummat terakhir ini. Kemampuan mendengar nasehat adalah wujud kasih sayang Allah kepada manusia sehingga manusia itu bisa selamat dalam kehidupan ini.

Namun ada juga yang enggan mendengar nasehat. Mereka seolah-olah merasa tidak perlu dinasehati lagi. Mereka merasa sudah baik-baik saja selama ini.

Mereka sepertinya tidak ingin tahu lebih banyak lagi. Mereka bahkan tidak senang kalau nasehat itu menyangkut kebiasaan mereka. Mereka cepat tersinggung bila merasa diingatkan untuk meninggalkan kebiasaan buruk selama ini.  Mereka tidak mau berubah atas apa yang dilakukan selama ini.

Allah mengingatkan hamba-Nya agar bersyukur dengan nikmat pendengaran ini. Manusia yang bersyukur tentu akan menggunakan alat pendengarannya untuk menyerap dan memahami setiap nasehat yang mereka terima.

Nasehat memang tidak hanya didengar namun juga dipikirkan. Allah telah mengingatkan bahwa di akhirat ada neraka khusus bagi yang tidak mau mendengar dan berpikir.

Maha Benar Allah dengan firman-Nya: Wa qaaluu lau kunnaa nasma’u au na’qilu maa kunnaa fii ashhaabissa’iir. (QS Al-Mulk 67:10).

Artinya: Dan mereka berkata: “Sekiranya dahulu kami mendengarkan dan memikirkan peringatan itu tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.

RINDUKANLAH NASEHAT SETIAP HARI YANG AKAN MENYELAMATKANMU DI DUNIA DAN AKHIRAT KELAK.■


BACA JUGA