Mulai dari Diri Sendiri

Firmansyah Lafiri
Wednesday, 07 September 2022 | 22:03 Wita

Oleh : Djamaluddin Tjongkeng, Pengurus ICMI Sulsel

OPINI, Cendekia.News — Mulailah dari diri sendiri. Jangan menumpuk- numpuk Ilmu, Ilmu harus diolah dan diamalkan, agar bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan orang banyak.

Mulailah mengamalkan ilmu dimulai dari diri sendiri. Agama, khususnya Islam, memberi petunjuk-petunjuk: Katakanlah (hai Muhamad), Inilah jalanku, aku mengajak ke jalan Allah disertai dengan pembuktian yang nyata. Aku bersama orang-orang yang mengikutiku ( QS 12: 108 ).

Dalam redaksi ayat di atas, tercermin bahwa seseorang harus memulai dari dirinya sendiri disertai dengan pembuktian yang nyata, baru kemudian dia melibatkan keluarga orang lain dan pengikut-pengikutnya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “attaaa-ibuunal-‘aabiduunal-haamiduunas-saaa-ihuunar-rooki’uunas-saajiduunal-aamiruuna bil-ma’ruufi wan-naahuuna ‘anil-mungkari wal-haafizhuuna lihuduudillaah, wa basysyiril-mu-miniin”

“Mereka itu adalah orang-orang yang bertobat, beribadah, memuji (Allah), mengembara (demi ilmu dan agama), rukuk, sujud, menyuruh berbuat makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang memelihara hukum-hukum Allah. Dan gembirakanlah orang-orang yang beriman.”(QS. At-Taubah 9: Ayat 112)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: ‘wa angfiquu fii sabiilillaahi wa laa tulquu bi-aidiikum ilat-tahlukati wa ahsinuu, innalloha yuhibbul-muhsiniin”

“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.”(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 195)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman: “fa man haaajjaka fiihi mim ba’di maa jaaa-aka minal-‘ilmi fa qul ta’aalau nad’u abnaaa-anaa wa abnaaa-akum wa nisaaa-anaa wa nisaaa-akum wa angfusanaa wa angfusakum, summa nabtahil fa naj’al la’natallohi ‘alal-kaazibiin

“Siapa yang membantahmu dalam hal ini setelah engkau memperoleh ilmu, katakanlah (Muhammad), “Marilah kita panggil anak-anak kami dan anak-anak kamu, istri-istri kami dan istri-istrimu, kami sendiri dan kamu juga, kemudian marilah kita bermubahalah agar laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 61). Wa Alaikum Mussalam Wr. Wb.(*)