Hari Ozon Sedunia (1/2)

Firmansyah Lafiri
Wednesday, 14 September 2022 | 21:50 Wita

Tersirat 29 : Andi Aladin, Guru Besar Teknik Kimia FTI UMI Makassar, Pengurus AMKI, ICMI dan DDII Sulsel

OPINI, Cendekia.News — Mungkin banyak di antara kita belum mengetahui jika dunia sepakat bahwa tanggal 16 September merupakan hari ozon sedunia?.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah menetapkan tanggal tersebut sebagai Hari Ozon Internasional, sesuai dengan tanggal penandatanganan Protokol Montreal, 16 September 1987 oleh 188 negara, dimaksudkan untuk selalu mengingatkan kepedulian masyarakat internasional tentang lapisan ozon sebagai perisai bumi.

Planet Bumi tersusun beberapa lapisan yaitu litosfer, hidrosfer dan atmosfer. Atmosfer merupakan selimut pelindung bumi, di dalamnya ada lapisan yang disebut stratosper dengan kandungan utamanya Ozon (O3) dengan ketebalan sekitar 35 km.

Peran lapisan ozon sangat penting dalam menyaring sinar UV (Ultra Violet) matahari. Ada 3 tingkatan sinar UV matahari berdasarkan intesitas energinya, yaitu UV A (energi rendah), UV B (energi sedang) dan UV C (energi radiasi tinggi).

Untungnya radiasi UV C yang berbahaya bagi mahluk di bumi justru mudah diserap oleh lapisan ozon. Dapat dibayangkan bila lapisan ozon menipis sehingga sinar UV-C yang mematikan mahluk hidup nyaris tidak tersaring lagi sehingga lolos menembus bumi.

Lapisan ozon di atmosfir dapat rusak dengan adanya gas-gas pencemar yang mudah membentuk radikal bebas seperti CFC, CCl4, CHCl3 dan NO2.

Chloro Floro Carbon (CFC) dikenal penyebab utama perusak ozon. CFC memiliki sifat stabil dan tidak mudah terbakar, mudah disimpan dan harganya murah sehingga dengan sifat-sifat menguntungkan ini CFC pernah meluas penggunaannya di seluruh dunia, namun ternyata efeknya perlahan tapi pasti dapat menipiskan lapisan ozon di atmosfer, sehingga sinar matahari jenis UV-C dengan mudah dapat menembus bumi.

Penipisan lapisan ozon terjadi diakibatkan aktifitas manusia yang semakin tidak terkendali. Kitab suci Al-Quran sudah mengingatkan bahwa “telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan Karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. (QS Ar Rum:41).

Sejalan dengan motif peringatan tgl 16 september sebagai hari ozon sedunia, secara tersirat Al-Quran dalam surah Ar Rum tersebut mengingatkan agar kita bijak dalam beraktifitas, selalu memperhitungkan dampak lingkungan yang terjadi, termasuk dampak cemaran gas radikal bebas yang bisa merusak ozon. (bersambung/*)