Tidak Ada Gelas Kosong (1/2)

Firmansyah Lafiri
Wednesday, 21 September 2022 | 21:42 Wita

Tersirat : Andi Aladin, Guru Besar Teknik Kimia FTI UMI Makassar, Pengurus AMKI, ICMI dan DDII Sulsel

OPINI, Cendekia.News — Seeorang guru kimia dalam suatu pelajaran inovatif di kelas membahas topik tentang “materi”. Sebagai pengantar pelajaran, di atas meja guru diletakkan 3 buah gelas kaca bening, satu diisi air aqua, satu diisi pasir satunya lagi (gelas ke 3) tidak diisi.

Guru memberi intsruksi kepada salah seorang siswa untuk mengambil gelas yang kosong. Siswa itupun dengan cepat mengambil gelas ke 3.

Oleh guru gelas itupun diminta kembalikan ke posisi semula, lalu guru meminta kepada siswa kedua dengan instruksi yang sama. Siswa kedua juga mengambil gelas yang sama dengan yang diambil siswa pertama, maka diminta kembalikan lagi ke posisi semula.

Sekali lagi guru meminta kepada siswa yang ketiga dengan instruksi yang sama sebelumnya. Namun siswa ketiga tersebut bukannya mengambil gelas, tetapi ia malah berdiskusi dengan guru kimianya tersebut.

Mohon maaf guru, saya tidak bisa melakukan instruksi guru sebab menurut saya ketiga gelas itu semuanya berisi materi, tidak ada satupun yang kosong.

Gelas ketiga sesungguhnya tidak kosong tapi telah berisi penuh dengan udara. Gurupun menepuk-nepuk pundak siswa ketiga tersebut sambil memuji: ananda benar.

Di sekitar kita ada tiga wujud materi, padat, cair dan gas. Gelas pertama yang diisi air aqua ya isinya materi cair, gelas kedua yang diisi pasir ya isinya materi padat, dan gelas ketiga yang kelihatan kosong, tetapi tidak kosong, telah berisi penuh dengan udara sekalipun gelas itu dibalik.

Semua ruang yang tidak ditempati materi padat dan cair, maka ruang itu diisi oleh materi udara yang terdiri campuran gas nitrogen 78%, oksigen 21% dan sisanya gas renik.

Seperti itulah filosofi hidup, sesungguhnya tidak ada waktu dan aktifitas hidup ini yang kosong, maka perlu selalu diisi aktifitas positif dan manfaat, dzikir, ibadah dan amal saleh, sebab ketika waktu kita tidak isi dengan hal-hal yang positif dan manfaat, maka otomatis waktu kita itu diisi dengan hal-hal sia-sia dan tidak manfaat.

Ketika waktu hidup ini tidak diisi dengan ilmu yang bermanfaat artinya kita telah mengisinya dengan ilmu “masa bodoh” yang sia-sia. Sesungguhnya tidak ada waktu kosong, sebagimana tidak ada gelas kosong.

Al Quran tersirat menginstruksikan kita untuk mengisi waktu full manfaat. Demi waktu. Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, Kecuali orang yang (mengisi waktunya) dengan beriman dan beramal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat dan menasehati supaya bersabar (Al Asr: 1-3) (bersambung).


BACA JUGA