Tidak Ada Gelas Kosong (2/2)

Firmansyah Lafiri
Sunday, 25 September 2022 | 22:14 Wita

Tersirat 32 : Andi Aladin, Guru Besar Teknik Kimia FTI UMI Makassar dan Pengurus AMKI, ICMI dan DDII Sulsel

OPINI, Cendekia.News — Seperti telah diuraikan pada tulisan tersirat sebelumnya, bahwa tidak ada gelas kosong, jika tidak diisi materi cair dan padat maka berarti gelas itu terisi materi gas udara (gas nitrogen, oksigen dll).

Maka demikianlah pula filosofi hidup kita sesungguhnya tidak ada waktu yang kosong sepanjang hidup. Idealnya waktu hidup ini hendaknyalah diisi dengan full aktifitas ibadah kepada Allah swt.

Sebab ketika waktu kita tidak isi dengan ibadah kepada Allah swt artinya waktu itu kita telah isi dengan ibadah kepada selain Allah swt (=Thogut) alias syirik.

Entah ibadah atau pengabdian/penyembahan kepada hawa nafsu, kepada syaithan, kepada sembahan berhala atau sembahan kepada mahluk.

Perintah beribadah full time kepada Allah seperti tersisat di dalam firmanNya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” (QS. Az Zariat : 56).

Muhammad Qutub dalam bukunya berjudul “Ibadah”, menjelaskan bahwa ayat ini secara tersirat menyatakan hendaknya kita manusia beribadah kepada Allah swt siang dan malam secara terus menerus, tidak boleh ada jedah waktu sedetikpun kecuali diisi dengan ibadah kepada Allah swt.

Kata Muahammad Qutub, coba perhatikan bahwa dalam ayat tersebut tidak disebutkan bahwa “Dan aku (Allah) tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (beribadah) kepada-Ku pada waktu pagi, siang atau malam”.

Karena tidak disebut beribadah hanya waktu-waktu tertentu saja, itu artinya beribadah itu dalam makna luas itu seluruh waktu, full time siang dan malam.

Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman Al Asyqar, (mudarris tafsir Universitas Islam Madinah) menuliskan ayat “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku” maknanya adalah melainkan agar mereka tunduk dan patuh hanya kepada-Ku, sebab makna ‘ibadah’ secara bahasa adalah tunduk dan patuh (https://tafsirweb.com/9952-surat-az-zariyat-ayat-56.html ).

Ibadah dalam makna luas adalah ketundukan dan kepatuhan hamba (manusia) kepada Khaliq (Allah swt) kepatuhan mengikuti syariatNya.

Maka tiada waktu tanpa ibadah, baik ibadah khusus (ibadah mahdah) berupa ibadah ritual yang tata caranya (kaifiatnya) sudah paten sesuai contoh atau sunnah RasulNya Muhammad saw.

Maupun ibadah umum, (ibadah ghairu mahdah), yaitu segala aktifitas untuk memenuhi kehidupan kita di dunia yang tidak bertentangan syariatNya dan diniatkan sebagai suatu ibadah kepada Allah swt. Wallahu wa’lam.(*)


BACA JUGA